counters

Kebahagiaan Sekaligus Penyesalan

 Hidup siapa yang tak ingin bahagia, lalu kenapa harus ada penyesalan dalam tulisan ini?

Saya selalu percaya bahwa setiap diri ini sudah mempunyai takdirnya masing-masing yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz, dan takdir itu sudah versi terbaik dari Allah untuk kita. Sekalipun itu penderitaan yang menurut kita seperti tak berujung. Seperti firman Allah yang bunyinya kalau saya ga salah intinya bisa jadi kita menyukai sesuatu padahal sesuatu itu tidak baik untuk kita dan sebaliknya dimana kita membenci suatu hal justru itu yang terbaik untuk kita.

Saya percaya Allah itu sayang kepada umatnya, hanya saja bentuknya tergantung persepsi kita. Di mata orang lain mungkin sesuatu itu adalah sebuah penderitaan tapi bagi kita yang menjalani merasa ridho dengan yang terjadi tentu kita tidak tahu.

Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil adalah kebahagian bagi orang Indonesia kebanyakan, apalagi bagi keluarga menengah kebawah. Keluarga saya memang bukan keluarga berada, bukan pula berada di bawah garis kemiskinan, hanya pas di garis saja. Eh! becanda ding...

Ketemu Cerita Retjeh

ini salah satu cerita retjeh nih, kok bisa kebetulan yak, saya sendiri malah lupa pernah ikutan kompetisi menulis cerita dalam bahasa Ngapak Pemalang xixixi. Kebetulan yang menjadi panitia waktu ternyata yang sekarang jadi partner kerja di warnet. 


Cekidot!!!

ANTARA IPUNK KARO PEMALANG

Jujur enyong dudu wong sing pinter cerita, tapi enyong cuma pengin ngurangi bebane enyong.
Kenalna enyong Dwi Purwaningsih sing luwih dikenal ipung, tapi pas SMK enyong malah diundang  ipang gara-gara enyong nulis arane ipunk dadine macane ipang. Enyong saiki kerja nang Jogja dadi Staff Administrasi Perusahaan Swasta.

Energi Positif

Assalamu'alaikum Calon Imam... eh
Maaf itu barusan judul film yang sedang tayang di bioskop terdekat Anda :D
Hai...
Hello...

Sebenarnya saya bingung mau mulai dari mana yah...
Entah ada angin malam, angin darat ataukah angin laut yang tiba-tiba membuat saya membuka blog.
Dan saya sangat tersepona melihat postingan yang mana tertera tanggal 7/19/17 telah dilihat 198 pengunjung. Ok.. untuk semua pembaca blog saya ucapkan terima kasih dan selamat Anda telah ikut serta dalam gerakan menolak pikun dengan banyak membaca (Yeaaay.....)
Dan terima kasih banyak karena secara tidak langsung telah membangunkan kembali energi positif dalam diri saya untuk menulis postingan yang saat ini sedang Anda baca.

Oia, sebenarnya saya juga mau memposting tentang kelanjutan dari postingan saya yang berjudul Beautiful Lombok Part 1, tapi sayang komputer tempat saya menyimpan draft postingan itu sedang koma (baca : mati total) dalam tempo yang entah kapan akan mendapat mukjizat bisa hidup lagi. Oooh God.... :(
Ok jadilah saya masih berhutang untuk memposting kelanjutan dari Lombok Part 2 (Maafkeun).
Eits... tapi tenang dulu, jangan penasaran dulu, berat, biar saya saja yang penasaran. eh, ko kaya Dilan :D

Pendakian Gunung Slamet Via Jalur Cemara Sakti Pulosari Pemalang



Pendakian Gunung Slamet Via Jalur Cemara Sakti Pulosari Pemalang
Disambut hijaunya tomat dari perkebunan warga
Jalan setapak yang menanjak
Diiringi tingginya pinus yang mengaret  pada batok kelapa
Bunga pinus kering pun begitu cantik dimataku ketika tak kutemui mawar di jalan setapak
Nyanyian alam  suara angin di tengah pohon pinus rasanya syahdu sekali, tapi akan seram kalau cuma sendirian disini
Lambaian tanaman mirip tebu mulai menyambut  perjalanan kami
Diikuti tanaman perdu berbunga ungu yang mulai menutupi jalur jalan setapak
Perjalanan terus menanjak dan bonus pun belum datang
Setelah Pos 1 Telaga jalanan masih saja menanjak dan kali ini kami diikuti tanaman perdu berbunga putih yang masih saja menutup jalan setapak lalu diikuti tanaman perdu jelantang yang sakti.
Jelantang yang menyengat bak jarum, sensasinya seperti digigit semut, konon bisa menyembuhkan pegal-pegal.
Angin kian syahdu menyelimuti tubuh yang berkeringat dan masih enggan berjaket karena perjalanan masih panjang.
Menuju pos 5 angin kian syahdu memeluk tubuh hingga tulang dan tak sanggup rasanya bila tak mengenakan jaket.

Maafkan aku yang dulu Pacaran, Sekarang Ta'arufan

Bismillaahirahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum wr.wb

Kepadamu duhai calon imamku, (lagi-lagi) aku bertanya apa kabar engkau disana?. Semoga engkau tidak bosan membaca suratku ini. Dan juga semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepadamu dan keluargamu di sana. Ibumu  tersayang semoga makin sayang kepadamu, ayahmu terhebat semoga makin hebat mengajarkanmu bagaimana menjadi seperti beliau,kakak-kakakmu yang baik ataupun adik-adikmu yang lucu semoga mereka semua semakin sayang padamu. Entahlah, engkau anak ke berapa dari berapa bersaudara. Do’aku selalu menyertai kalian. Semoga Allah mencintai kalian.

Dan calon imamku, mudah-mudahan dengan kekuatan iman dan taqwamu, engkau masih senantiasa meniti kehidupan ini dengan penuh kesabaran, kesyukuran dan kebahagiaan yang agung, serta tentu sesuai harapanku engkau selalu menjaga kesucian dan hatimu seperti pesan-pesanku waktu lalu. Di sini, Alhamdulillah kabarku baik sehat wal ‘afiat. Apakah kau (juga) menanyakan kabar hatiku? :) Kalau iya, ayo dibaca sampai tuntas yaa. ;)

Calon imamku, saat ini aku masih terus dalam proses perbaikan diri. Do’akanlah aku, wahai calon imamku. Do’akan agar aku istiqamah di jalan ini. Do’akan agar aku bisa menjaga kesucian hati dan hingga kelak kau datang menjemputku. Dan aku juga berharap kau disana juga sedang memperbaiki diri, menjaga kesucian hati dan dirimu. Karena aku pun cemburu, aku cemburu jika membayangkan calon imamku kini tengah memikirkan wanita lain. Aku pun cemburu, aku cemburu jika membayangkan calon imamku kini tengah mengobrol, akrab, bercanda, tertawa, saling merayu, saling memandang dengan wanita lain. Aku pun cemburu, aku cemburu jika membayangkan calon imamku kini tengah membayangkan masa depannya bersama wanita lain. Dan bukan hanya aku yang cemburu, Allah pun akan cemburu jika pada saat ini engkau berada dalam keadaan seperti yang aku bayangkan. Maka, marilah kita sama-sama memperbaiki diri kita, duhai calon imamku. Dan aku pun akan berusaha menguatkan imanku,menjaga hatiku, dan menaikkan kualitas diriku. Menaikkan kualitas diriku tuk menjadi wanita pendidik yang baik dalam mendidik buah hati kita kelak. :)

"Al Quran Menjawab" (Jangan Mengeluh dan Jangan Gelisah)

Kita selalu bertanya dan Al Qur'an sudah menjawabnya:



1. KITA BERTANYA:  MENGAPA AKU DIUJI?

QUR'AN MENJAWAB:

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."


[Surah Al-Ankabut ayat 2-3].


2. KITA BERTANYA: MENGAPA UJIAN SEBERAT INI?

Kamu yang Nantinya Jadi Masa Depanku. Maukah Menerima dan Memaafkan Masa Laluku, Seburuk Apapun Itu?

Masa lalu adalah urusan perasaan. Masa depan itulah baru urusan pemikiran.
Pidi Baiq
Ini bukan sebuah pengakuan dosa atau penyesalan. Aku menulis ini sebagai upaya mengais ketulusanmu agar kelak tak perlu ada kekecewaan. Sadar dengan segala kekurangan, aku terlalu khawatir jika kamu menyimpan masa laluku sebagai beban di pikiran. Padahal harapanku tak jauh berbeda dengan kutipan di atas, aku ingin masa depanlah yang bertahta di sana dan perihal masa lalu cukup kau biarkan tuntas.

Karena setiap orang pasti pernah khilaf. Maukah kamu dengan tulus memberi maaf?

semua pernah khilaf via tinybuddha.com

Di masa lalu, kebebasan mutlak yang aku pilih untuk diriku sendiri, membuatku kadang tak mengingat norma lagi. Bisa saja aku dulu seorang gadis urakan yang melakukan banyak hal di luar batas kewajaran. Bagaimana kalau aku dulu pernah mencuri hanya untuk sekedar menyenangkan diri? atau bagaimana kalau aku perempuan yang tak virgin lagi?
Bagaimana pun masa laluku, percaya lah segala keburukan itu sudah jauh aku tinggal di belakang. Aku yang sekarang bukan lagi aku yang dulu. Karena itu, aku memberanikan diri untuk memintamu bukan sekedar menerima tapi juga memaafkannya. Mungkin sulit, tapi bisakah kamu mengusahakannya.

Sederhanakan

Percakapan dengan dua orang sahabat karib petang ini membuat saya menyadari seuatu tentang kehidupan. Bahwa sebenarnya yang harus saya lakukan adalah menyederhanakan kehidupan ini.
Mereka bilang saya keras kepala, tipikal perempuan yang selalu gak mau kalah, apalagi ketika saingan sama lawan jenis. Hal itu didukung oleh sifat mandiri yang berlebihan, aktif yang terlalu keaktifan, membuat saya seolah terlihat strong walau hati sebenarnya mudah rapuh. Membuat hati yang ingin mendekati menjadi ragu, sebab saya terlalu complicated.
Ini yang paling saya sukai, percakapan dengan lawan jenis. Di sini mereka tidak terlalu memikirkan perasaan ketika berpendapat, jujur-apa adanya. Mereka menganalisis, sebab apa yg membuat saya masih sendiri sampai saat ini. Cukup banyak dan harus saya akui benar2 mengena. Mereka benar.
Kuncinya adalah menyederhanakan. Jika saya terlalu sering mengexpose bagaimana saya bergaul dengan mayoritas lawan jenis, sederhanakanlah dengan memilih mana yg benar2 teman baik dan cobalah untuk berteman baik dengan sekumpulan perempuan.

Rasa Hati

Jum'at berkah banget aku masih bisa diberi banyak kesibukan,, masih diperhatiin sama Allah intinya mah.. hahaha emang Allah sayang aku dan kita semua sob.
Jumat ini aku cuma pengin memberikan sepenggal kata-kata, secarik pesan tak bernyawa, untuk kita semua kali ini aku akan membicarakan tentang Rasa Hati, kita mungkin pernah bertanya pada diri atau kita sering curhat pada diri sendiri, dan ini adalah bagian dari yang pernah aku alami, dan aku coba buat dalam sebuah bait puisi untuk kita semua…

RASA HATI
Terkadang Ketika rasa sedih menghampiri...
Dada ini terasa sesak dengan amarah,
Bahkan terkadang Air mata berlinang tanpa diundang,
Pandangan seakan menerawang jauh merantas sampai titik nol tak bertepi
Yang kurasa hanya Sunyi...sepi...hampa...dalam diri
...bagai berjalan tak menapak...
...melangkah tanpa arah...
Benci dan dendam bergemuruh bak ombak menerjang

Intro dan ini tentang arti sebuah pilihan H I D U P

“…apabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, apabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…

“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”
Bukankah puisi diatas terlalu berlebihan?? atau cinta memang benar begitu. Lalu bagaimana seharusnya? Haruskah kita berkorban perasaan, waktu , tenaga dan pikiran kepada orang yang kita cintai dan mengabaikan kepentingan diri kita? Apakah dengan menikah berarti kita telah mempunyai dan merasakan cinta?

BeautifuLombok Part 1

Rasanya masih seperti gak percaya kalo aku baru saja pulang dari libur akhir tahun 2015.
Iyah kaya mimpi, gak nyangka bisa nyampe nyebrang pulau, sampe 2 kali nyebrang.

Inikah nekat yang menyenangkan hehehe
Semuanya berawal ketika aku kepo ama brosur ke Rinjani dapat bonus Gili Trawangan sama Rafting di Ayung Bali. Iyah  aku kepoin Bang Riri, trus akhirnya DEAL buat ikut. Ya itung-itung ngerapel liburan ku selama 1/2 tahun. Ya itulah aku yang nekat tapi penuh perhitungan (la piye jal).

Nyaris Batal
Pas denger gunung Anak Baru Jari erupsi sempet prustasi, bingung, campur aduk udah kaya es teler campur sop buah dah pokoknya. Dan aku pun terus berdoa semoga pas akhir tahun statusnya berubah jadi double (loh ko double) maksudnya jadi aman damai. Bukannya berdoa biar merubah status di KTP malah berdoa cuma buat Anak Baru Jari. Nunggu bulan Desember aja udah kaya nunggu lamaran (hahahaha, deg degan euy). Sampai akhirnya Allah SWT mengabulkan doa saya. Alhamdulillah. Barakallah, Syafakallah ya Anak Baru Jari udah sembuh dari erupsi.

Berangkat Telat (24 Desember 2015)
Udah siapin carrier, udah siapin bekal, udah siapin mental, udah minta do'a restu, eetdah ternyata pas mau berangkat masih aja di tryout nih, busnya kena macet di Bekasi, katanya ga bisa jalan (apa jangan2 dihadang ama si Wahyu nih, dia pasti pengin aku gagal liburan, xixixi). Padahal nih kalo menurut itungan aku tu bisa nyampe Pemalang jam 3 sorean tapi telatnya bisa panjang banget. Jam 10 malem udah standby aja nih di pos polisi, mana pake celana doreng (udah kaya mau operasi aja). Dan bis nya datang jam 11 malam waktu Indonesia bagian jam tangan ku.

Demi Allah ini salah

Demi Allah ini salah

Setiap aku sms
Sungguh kamu tak wajib untuk membalasnya
atau
berbasa-basi membalas
Demi Allah ini ga wajib

ketika aku menuliskan tentang sesuatu yang mungkin membuatku galau dihariku
sungguh kamu tak wajib mencoba retouching hariku dari kegalauan
karena itu memang ga wajib
sungguh tak wajib
karena kamu memang tak wajib membalas rasaku
rasa yang tak tau asalnya
rasa yang tak jelas jluntrungannya
rasa yang tak benar-benar ga boleh
dan  rasa ini bener-benar salah
demi Allah
maafkan aku

Sungguh mungkin aku lebih baik memandang gunung dari kejauhan karena itu lebih indah
Soalnya kalo udah deket, ataupun udah diubun-ubun gunung pun rasanya sama aja hanya saja perlu mental ekstra untuk mendakinya.
Begitupun dirimu, aku memang harus melihat mu dari kejauhan.
Sungguh itu lebih baik bagiku


Like a Mirror (End of 1436 H )

Detik waktu kelahiran seorang bayi
dihiasi tangis Nyaring berkumandang
menyapa telinga ibu, lalu melonjak hati ibu
penawar sakit dan lesu

Lalu bermulalah sebuah kehidupann
yang bakal mewarnai bumi
berdakwatkan air mata
Hidup dimulakan oleh sebuah tangisan
dicelahi oleh tangisan
diakhiri dengan tangisan
Air mata manusia sentiasa dalam dua
yang menguntungkan atau merugikan

Sabda Rasulullah SAW:
“Dua titisan air yang Allah cinta, darah para syuhada’ dan air mata kerana takutkan Allah.”

Ibnu Ataillah, seorang ahli sufi dan makrifah telah berkata:
“Tangisan seorang pendosa lebih Allah cintai daripada tasbih para wali.”

Seorang pendosa yang menangis kerana dosa adalah lebih baik daripada abid yang berangan-angan
di syurga mana kelak ia akan ditempatkan

Ahli-ahli sufi sering mengingatkan :
“Kejahatan yang diiringi oleh rasa sedih, lebih Allah sukai dari satu kebaikan yang menimbulkan rasa takbur.”

Air mata ada kalanya penyubur hati, penawar duka
Ada kalanya buih kekecewaan yang menyempit perasaan, menyesak kehidupan
Penghuni Syuga adalah mereka, yang paling banyak dukacitanya di dunia

Nabi bersabda:
“Barangsiapa gembira di dunia akan berdukacita di akhirat. Barangsiapa yang banyak dukacitanya di dunia, akan gembira di akhirat.”

Nabi bersabda lagi:
“Jika kamu tahu apa yang akan aku tahu nescaya kamu banyak menangis dan sedikit ketawa.”

Seorang hukama pernah bersyair:
“Aku hairan dan aku pelik, melihat orang ketawa. kerana perkara-perkara yang akan menyusahkan,
lebih banyak daripada perkara yang menyenangkan.”

Ga Bisa Move On

Ya Allah, ipunk dari dulu yaaakiiin banget Allah sayang banget ma Ipunk
Seberapapun alpaku, seberapapun hilafku, seberapapun lupaku pada Mu, Engkau tak pernah sedikit pun meninggalkan aku sendirian. 
Allah, ipunk bersyukur bisa berada diantara orang-orang yang tulus ikhlas mencurahkan kasih sayangnya. 

Sebuah Do'a

Rabb,
Kau telah menjadi pelindung utuh bagi ruh dan ragaku.
Maka,,,
Demi Allah yang jiwaku berada di dalam genggamanMu,
Dekatkan aku dengan lingkungan  yang akan membawaku padaMu
Dekatkan aku dengan orang-orang yang selalu ingin dekat denganMu
Dekatkan aku dengan orang-orang yang  kusayangi karena kecintaannya padaMu
“Sesungguhnya, cinta adalah ruh semua makhluk,
Ya Allah aku mengharap cintaMU,
cinta orang-orang  yang mencintaiMu dan amalan yag akan membawaku kepada cintaMu.” Amin.
Jika Kau ingin mengenal Allah maka kenalilah dirimu., Sesungguhnya Allah itu amat dekat.

Setelah kamu mengenalku..

Setelah kamu mengenalku, kamu akan tau bahwa aku tak seceria yang kamu lihat..
Setelah kamu mengenalku, kamu akan berfikir mungkin aku tak semenarik apa yang kamu bayangkan..
Setelah kamu mengenalku, kamu akan tau bahwa tertawa bagiku akan lebih sulit dari menangis..
Setelah kamu mengenalku, mungkin kamu akan tau aku tidak setegar yang kamu tau..
Setelah kamu mengenalku, kamu akan melihat bahwa aku tidak bisa melakukan semua hal sendiri seperti yang kau lihat dihari2 biasaku.. dan banyak akan kamu temukan begitu bergantungny aku atas kehadiranmu..
Setelah kamu mengenalku, setelah semua tanyamu terjawab mengenaiku, setelah semua yang tidak kamu ketahui kamu temukan, masihkah kamu memilihku? masihkah kamu membelaku? masihkah kamu mau melindungiku? masihkah kamu ingin berjuang bersama deganku? masihkah kamu mau membantuku menyelesaikan semua masalah yang tak bisa aku selesaikan sendiri? masihkan kamu bersikuat untuk tetap disiiku?

Wrong Story (Just a little)


Dirimu ! Diriku !


Belum habis tawaku setiap kali melihat es em es yang dulu walaupun itu hanya sekedar sms ledekan. Rasanya sangat sulit meminta mua untuk tetaplah meledekku, meskipun aku harus dibilang gila karena hanya dengan melihat hape aku bisa tersenyum sendiri. Dan, aku hanya bisa membalas dengan kalimat hulu, dasar ato xixix, sambil memberi sedikit kode agar kamu terus mengirimiku sms.  Aku belum bercerita bagaimana awan mendung di duniaku telah terhapus ketika berkenalan denganmu, namun kau sendiri yang menambahkan awan hitam dan petir ketika aku mulai ingin membagi cerita-cerita ajaib bersamamu. Bukan kauyang merusaknya, tapi harapanku yang terlalu tinggi padamu membuat semua berubah jadi berbeda. Aku ketakutan terperangkap dalam rasa ini..
Setiap kali, aku menunggu sms dr kamu. Dan, saat suana itu tercipta, rasanya aku ingin waktu terhenti.. Aku tak tahu selama ini kamu menganggapku apa. Semua kata yang menyentuh relung hatiku itu telah terlontar, di sini kurasakan dirimu yang berbeda. 

Dirimu Pengundang Tawaku


Untuk Pengundang Tawaku...

Di malam minggu sepanas ini, mungkin kamu sedang bersama dengan seseorang, sedang merasakan hangatnya kotamu, sedang mendengarkan alunan musik di sebuah kafe yang penerangannya begitu romantis, atau mungkin malah sedang bermain gitar sambil menertawakan dirimu sendiri. Malam ini, sambil mendengar lagu dari deretan huruf yang kupencet dan detemani riuh nya si kuda besi, aku bermaksud mengantarkan perasaan apalah ini  yang mungkin sedikit kau pahami..entahlah.  
Hari ini.untuk beberapa jam ini kamu tak ada kabar. Aku berusaha mencari-cari alasan untuk menenangkan diriku sendiri. Pasti kamu sedang mnikmati waktu senggang mu, kamu sedang mengurus sesuatu yang membuatmu tak bisa terus menggenggam ponselmu.hingga saat aku menulis ini  aku masih ingin menunggumu.mungkin ini terlihat berlebihan.Iya, sejak kamu hadir mengguncangkan hari-hariku, aku tak lagi bisa bedakan mana yang harus aku pikirkan (lebay dikit)

"dari seorang yang hanya diam menyimpan rindu dan mungkin gagu jika saat bertemu untuk menympaikan rasa itu"

Everything's Gonna Be OK (Goes to December End)

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Rasanya tenang dan tentram sekali pikiran dan perasaan yang sebelumnya semrawut bak benang kusut.
Astaghfirullah…. Masya Alloh….. atas segala apa yang aku pikir dan rasa sebelumnya hingga konflik kecil tersebut terjadi antara aku dan dia.

End of September Unforgetable (3.428 Masl n My Brother)

Bersyukur, Emejing binggo
Masya Allah ampe pengin nangis mingsek mingsek deh, ya mingsek-mingsek bingung turunnya juga.
                                      ini wktu mau naik aja udah kek gini pegangan kanan kiri
Masih ga nyangka Minggu (27-09-2015) 16.00 Waktu Indonesia Bagian Puncak Slamet 3.428 Mdpl aku berdiri dengan melihat sekeliling. Ini mungkin hanya puncak tertinggi di Jawa tapi ini jadi puncak pertama dalam pendakian ku.
"Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?"


                                      tetep yah para srikandi harus punya photobooth sendiri hehehe

                                                dan inilah para dengkuler racing punya