counters

Rasa Hati

Jum'at berkah banget aku masih bisa diberi banyak kesibukan,, masih diperhatiin sama Allah intinya mah.. hahaha emang Allah sayang aku dan kita semua sob.
Jumat ini aku cuma pengin memberikan sepenggal kata-kata, secarik pesan tak bernyawa, untuk kita semua kali ini aku akan membicarakan tentang Rasa Hati, kita mungkin pernah bertanya pada diri atau kita sering curhat pada diri sendiri, dan ini adalah bagian dari yang pernah aku alami, dan aku coba buat dalam sebuah bait puisi untuk kita semua…

RASA HATI
Terkadang Ketika rasa sedih menghampiri...
Dada ini terasa sesak dengan amarah,
Bahkan terkadang Air mata berlinang tanpa diundang,
Pandangan seakan menerawang jauh merantas sampai titik nol tak bertepi
Yang kurasa hanya Sunyi...sepi...hampa...dalam diri
...bagai berjalan tak menapak...
...melangkah tanpa arah...
Benci dan dendam bergemuruh bak ombak menerjang

Intro dan ini tentang arti sebuah pilihan H I D U P

“…apabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, apabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…

“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”
Bukankah puisi diatas terlalu berlebihan?? atau cinta memang benar begitu. Lalu bagaimana seharusnya? Haruskah kita berkorban perasaan, waktu , tenaga dan pikiran kepada orang yang kita cintai dan mengabaikan kepentingan diri kita? Apakah dengan menikah berarti kita telah mempunyai dan merasakan cinta?